Sang Dokter Spesialis

Malam sudah semakin larut, jalanan pun mulai sepi. Hanya satu dua kendaraan yang masih lalu lalang memecah keheningan malam. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 00.30, suara2 bising mulai menghilang perlahan. Separuh alam pun mungkin sudah terlelap, Tapi aku dan kedua rekan ku, ica dan zie, kami masih harus terjaga pada jam ini. Kami masih harus bekerja, melayani pasien2 sang dokter spesialis, memberikan obat mereka sesuai resep sang dokter.

Hooaamm,,, sesekali aku menguap. Mataku terasa begitu berat, energi tubuhku sepertinya hanya tinggal 5 %, sisa dari energi yang telah kugunakan untuk segudang aktifitas ku sejak pagi tadi. Mumpung tak ada resep, kusandarkan kepala ku yang mulai terasa berat seperti memikul beban 1 kwintal. Aku terlelap di meja kerjaku..

Kak, kak.. ada resep kak. .panggil ica

Seketika ku buka mataku, sudah ada dua buah resep dokter yang menungguku. Masih dengan mataku yang setengah terbuka, kuambilkan obat seperti yang ada di resep. Oh tidak , aku tidak bisa melihat resep ini, tulisan di resep ini melayang2 di depan mataku, berputar2 tanpa arah..Aku tak bisa menangkap huruf huruf itu, aku terlalu mengantuk,

Aku duduk sejenak, mencoba mengusir kantukku dan mengumpulkan konsentrasi ku

Agar tak salah mengambilkan obat pasien itu..kembali kulanjutkan pekerjaan ku, dengan setengah bergumam “berapa banyak lagi pasien ni ? udah jam berapa ni ? jam berapa kita selesai bekerja ?”, arggh,, aku hanya bisa mengomel dalam hati, sementara dari arah kasir, ku dengar zie mulai jutek melayani pasien, mungkin sudah terlalu lelah dan mengantuk, dan sesekali ia marah2, mengomel tak jelas dan melontarkan beberapa umpatan tentang sang dokter spesialis itu..

Sementara ica, tak banyak bicara, ia dengan tenang mengerjakan resep- resep dokter itu, meski raut muka ica pun tak bisa membohongi ku bahwa sebenarnya dia pun ta kalah lelah dan mengantuk seperti aku dan zie. Setangah jam berlalu, jam dinding sudah menunjukkan pukul 01.00 tapi sang dokter spesialis itu belum juga memberikan tanda2 untuk mengakhiri praktek nya. Aku mulai jenuh, mulai bosan, aku mulai mengomel tak jelas seperti yang dilakukan zie sebelumnya. Andai saja apotik ini seperti apotik biasa pada umumnya, mungkin kami bisa saja menutup apotik ini sejak tadi,, tak perlu menahan kantuk dan lelah sampai seperti ini, sayang nya apotik ini adalah apotik yang khusus melayani dokter spesialis, jadi mau tak mau kami masih harus buka selama dokter spesialis itu masih praktek.

Dan andai saja mencari pekerjan itu gampang mungkin aku sudah memutuskan untuk mencari pekerjaan lain yang tak mengharuskanku untuk berkerja sampai dini hari seperti ini, terkadang ingin rasa nya aku memberontak, protes pada pimpinan kami, tapi sayang pimpinan kami tak pernah mendengar argument kami. Hmmmm,,, untuk kesekian kali nya aku belajar ikhlas untuk menjalani pekerjaan ku ini.

Sudah hampir setengah 2 pagi, dan akhir nya terdengar suara ica yang sedikit riang, “kak , ini resep terakhir”. Segera ku raih resep dari tangan ica dan buru- buru mengambilkan nya, karena aku sudah tak sabar ingin segera meninggalkan ruang apotik yang sudah sejak jam 4 sore tadi ku tempati. Kulihat dari layar cctv sang dokter spesialis meninggalkan ruangan nya, aku menghela nafas panjang, aarghhh,,,, akhir nya.. aku bergegas mematikan ac dan lampu apotik, segera ku langkah kan kaki menuju kamar kami yang terletak di lantai 2 apotik ini. Ku rebahkan tubuhku di kasur kesayangan ku, ku letakkan segala lelah ku, kupejamkan mataku, semoga mimpi indah mengisi tidurku malam ini, semoga esok pagi aku bangun dengan energi dan semangat baru, semoga keadaan seperti ini cepat berlalu..

Have a nice dream for me, ica and zie….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s