Rindu Kampung Halaman

kampung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sudah hampir 5 tahun sejak pertama kali aku memijakkan kaki di negeri minang ini, begitu banyak hal baru yang aku dapatkan disini, begitu banyak pula yang aku tinggalkan di kampung halaman ku.

Seiring musim berganti, terangkai tanya tentang kabar mereka, terangkai tanya tentang kampung halaman ku, masih kah ia asri ? masihkah ia hijau seperti saat aku pergi ? lalu bagaimana dengan sanak saudaraku ?

Sejenak terbersit keinginan untuk kembali mengisi hari- hari ku disana dan meninggalkan semua yang kumiliki disini, tapi seperti perahu terhempas ombak, keinginan itu tiba – tiba hilang. Entah dari mana datangnya ingatan masa lalu ini tiba- tiba memenuhi ruang otak ku dan memaksaku untuk menenggelamkan keinginanku untuk kembali.

Dulu.. ada genangan air mata yang hampir setiap hari membanjiri kelopak mataku, ada luka yang bertubi- tubi mereka hujam tepat di jantung hatiku, menyisakan kepedihan bukan hanya padaku tapi juga orang tua ku. Jalan yang kami lewati seakan selalu salah dan selalu saja terjatuh. Kami terlalu rapuh untuk bangkit, tapi tak satupun peduli. Sahabat hanya nama, sanak saudara bahkan hanya melihat keterpurukan kami dari kejauhan.. kemana kami akan mengadu, kemana kami meminta bantuan.. hanya Allah tempat kami bersandar atas segala kepedihan..

Hampir putus asa diri ini tenggelam dalam lautan masalah, hampir bercerai berai kami di atas penderitaan yang seakan tak berujung. Sahabat ku, sanak saudara ku, bahkan cinta ku pun tak lagi peduli. Sampai pada akhirnya kami memutuskan untuk pergi meningggalkan kampung halaman ku, menjauh dari tanah kelahiranku.

Begitu banyak luka disini, begitu banyak air mata di keluarga ku ini, tak apa jika hanya aku yang tersakiti. Tapi tak rela hati ini melihat ayah, ibu bahkan adik- adik ku juga tersakiti oleh keadaan ini.

Huufftt,,,, aku menghela nafas panjang. Bersyukur karena itu hanya kenangan masa lalu. Bersyukur karena kami telah melewati cobaan itu dan menjadi lebih tegar, karena Allah telah menganugerahkan kebahagiaan hari ini.

Aku rindu kampung halamanku..

Tapi entah mengapa hati ini masih menyimpan semua kenangan pahit masa lalu,

masih mengingat semua rasa sakit yang pernah mereka hujamkan, haruskah aku menbenci ? sementara Allah saja mengampuni dosa hamba – Nya..

Atau haruskah aku kembali dan berpura- pura lupa dengan rasa sakit ini..

Sudah terlalu lama, sudah seharusnya ku hapus jejak masa laluku. Agar rindu pada kampung halaman ku bukan sekedar bualan hati, agar aku bisa kembali dengan hati lapang tanpa mengungkit sakit ini. Semoga Allah menghapus segala dendam di hati ku. Semoga benci ini hanya kebencian di masa lalu,, karena sekali lagi , aku rindu kampung halaman ku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s