Menjelma Angin

angin1

 

 

 

 

 

 

 

 

Kaki ku mungkin telah terlalu lelah untuk melangkah, dan tubuh ku telah terlalu lemah untuk berdiri di tengah terpaan badai.

Tak mampu ku topang diri ini, tapi pun tak mampu tuk menjauh pergi.

Andai diri ini angin, aku tak perlu menjadi selayak pohon yang rentan.

Andai diri ini angin, aku bahkan bisa bersahabat dengan badai.

Aku ingin menjelma angin, mengembara pada luasnya alam, menikmati setiap butir hujan,

menyisir tepian pantai bersama bulir pasir sisa hempasan ombak. Menebarkan mantera kesejukan pada setiap petak waktu.

Aku ingin menjelma angin.

Menyapa seluruh sisi bumi, agar aku tau sekelebat tentang kehidupan di luar sana yang tak pernah mampu ku jangkau hanya lewat pandang. Meniupkan kabar berita ke setiap sudut atmosfer.

Karena hanya dengan menjelma angin, aku dapat mengayuhkan langkah tanpa henti,menjangkau luas tanpa batas.

Karena hanya dengan menjelma angin, aku mampu menopang diri tanpa perlu berlari saat badai mengamuk.

Karena saat aku menjelma angin, aku adalah sahabat badai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s