Kota Parkir

pantai-padang-008
Langit sore mulai terlihat merona..
mentari tak lagi memancarkan terik nya yang begitu menyengat
hanya cahaya merona yang membuat senja ini begitu hangat
pantai ini tak pernah sepi pengunjung..
entah dari mana,entah mengapa, entah apa yang membuat mereka begitu tertarik dengan tempat ini.. seperti tak pernah bosan menikmati aroma pasir yang terhempas ombak..
aku berhenti sejenak dari perjalanan ku…
ku tepikan motor ku di pinggir pantai ini..
baru semenit rasanya aku berhenti disini, aku bahkan belum sempat menikmati indah nya senja di pantai ini, tiba- tiba seorang anak remaja menghampiri ku.. kak, parkir nya kak, dengan nada bicara yang sedikit memaksa
ouwh,, pake parkir juga, sebentar aja koq”, ucap ku dengan nada sedikit jutek, karena aku memang bukan orang yang bersahabat dengan urusan perparkiran, apalagi aku hanya berhenti sejenak disini,,
aghh,,, tapi ya sudah lah, aku masih ingin menikmati senja di pantai ini,
ku keluarkan uang selembar ribuan dari dompetku dan memberikan nya pada remaja itu..
“seribu lagi kak” jawab remaja itu..
“loh,, bukan biasa nya seribu ya”, jawab ku dengan nada yang masih jutek
“sekarang dua ribu kak” jawab nya..
Hmmm… aku menghela nafas, dan dengan terpaksa ku keluarkan lagi selembar ribuan ku..
Entah kenapa selalu saja urusan parkir yang membuat ku malas untuk berada di tempat ini
Padahal seharus nya tempat ini bisa dinikmati siapa saja, tanpa harus merasa terganggu dengan urusan parkir tak jelas itu,,
Ahh,, sudah lah,, kali ini aku mengalah pada tukang parkir yang tak jelas itu.. aku terlalu lelah untuk melanjutkan perjalanan ku..
Sekitar lima belas menit aku menikmati pemandangan ini, tiba- tiba seorang anak remaja lain menghampiri ku,, “kak, parkir nya kak” dengan nada yang lebih ramah di banding remaja sebelum nya,,
Apa ??? mataku melirik tak suka memandang nya,,”parkir lagi”, jawab ku agak sewot…
“tadi udah bayar parkir sekarang harus bayar lagi” ? tanya ku kesal
“iya kak, kalo berhenti disini emang bayar parkir kak”, jawab nya masih dengan nada ramah…
“iya, tapi tadi kakak udah bayar parkir, lagian kan Cuma sebentar”, aku mulai kesal..
Dengan muka masam dan pandangan kesal ku starter motor ku, tak ku pedulikan remaja tadi, ku tinggalkan tepi pantai ini, sepanjang jalan aku hanya mengomel, aku masih kesal dengan parkir- parkir tak jelas itu,,
Beberapa menit setelah aku meninggalkan pantai itu, ku dengar adzan maghrib berkumandang..
Aku mengalihkan pandangan ku dari keramaian jalan..
Mencari masjid untuk menunaikan kewajiban ku..
Setelah ku tunaikan kewajiban ku, aku bergegas melanjutkan perjalanan ku, ingin segera melepas lelah di kamar tercinta ku..
Ku starter motorku, sebelum ku lihat seorang anak menengadahkan tangan nya padaku
“parkir nya kak”, ucap anak itu
Kali ini aku enggan berkomentar, ku berikan selembar dua ribuan, dan segera berlalu meninggalkan halaman masjid itu.
Aku bergumam dalam hati, “parkir lagi, parkir lagi, dimana- mana kena ongkos parkir, bahkan meningggalkan motor di halaman masjid pun kena ongkos parkir. Tak masalah jika aku meninggalkan motor ku di basemen mall, di halaman restoran atau di pusat perbelanjaan.
Apa sebenar nya yang terjadi disini, apa setiap sudut kota ini memang di wajibkan untuk membayar parkir, bagaimana bisa tukang2 parkir gadungan itu bisa seenak nya meminta ongkos parkir,
Mungkin slogan kota ini “dimana kamu berhenti disitu kamu harus membayar parkir”.
Sepertinya kota ini cocok untuk di juluki “Kota Parkir”.
Aarrgghh,, aku semakin tak mengerti,, sepertinya parkir sudah membudaya di kota ini,, -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s