Meretas Lelah

tired1

 

 

 

 

 

 

Aku masih berkutat dengan tumpukan tumpukan resep obat ini, lagi. Setiap hari selalu begini. Apa aku tak bosan ? Apa aku tak lelah ?
Tentu saja aku bosan, tentu saja aku lelah..
Tempat ini membuat ku merasa seperti katak dalam tempurung, atau burung dalam sangkar.
Yah.. Ku pikir sama saja.

Bukan lagi hitungan hari, bukan lagi bulan, bahkan tahun sudah hampir menuju angka 4, dan aku masih disini. Apa aku terlalu nyaman disini, atau aku tak pnya pilihan untuk berada ditempat lain.

Terkadang, bongkahan lelah menjerat erat tubuh ku, menguras segala energi ku. Terkadang aku ingin berhenti, meninggalkan semua mimpi yang selama ini ku rajut. Tapi hati selalu menentang angan, aku tlah brjlan terlalu jauh untuk berhenti disini. Bahkan jika aku memutuskan berhenti dan kembali, aku hanya akan melebur seperti debu tersapu hujan.

Hampir setiap hari diseparuh malam, ku rebahkan jiwa ku pada dekapan bulan.
Meski kadang ia tak nampak, ku titipkan setitik perih pada hujan
agar ia menghanyutkan nya pada muara di tepi penantian.

Aku hanya mencoba meretas lelah
Karena hati ku tak mampu menjadi setegar karang
Aku hanya ingin meretas lelah
Karena perjalanan ini masih harus kulanjutkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s