Secangkir Kopi Buat Ayah

Seketika langit berwarna kelam
Awan yang tadi nya biru kini menghitam
Dalam hitungan detik butiran hujan sudah membasahi kaki bumi..
Beruntung karena aku sudah berada dirumah
Terlambat semenit saja aku bisa basah kuyup karena hujan begitu deras,

Dari balik jendela kulihat ayah duduk di teras rumah
Tatapan nya jauh menembus butir hujan
Aku tak berani menyapa,
Ku buatkan secangkir kopi lantas ku suguhkan pada ayah..
Aku duduk disamping ayah, tapi pun tak berani bertanya
Ku lihat raut teduh nya, seperti memendam luka, mungkin juga kepedihan
Bagaimana hari hari mu nak, tiba tiba ayah melontarkan tanya pada ku
Baik yah, semua nya berjalan lancar yah, jawab ku singkat
Kamu pasti lelah nak, seminggu penuh kamu sibuk dengan aktifitas mu, istirahat lah nak,
Hanya meng-iya kan kata ayah, aku pun berlalu meninggalkan ayah,,
Tapi aku tak lantas istirahat seperti kata ayah, ku perhatikan ayah dari balik jendela yang sama,
Sesekali ayah menunduk sambil menghisap rokok yang tinggal setengah,,
Menikmati secangkir kopi yang ku suguhkan tadi..
Mata nya nanar, seperti lentera meredup di ujung malam,,

Ayah..
Hati ini tercabik melihat mu, aku bahkan tak mampu meringan kan beban mu,,
Secangkir kopi saja hanya seminggu sekali ku buat kan untuk ayah,, pun tak pasti,,
Maaf kan aku ayah,, hanya sedikit saja waktu luang ku untuk mu,,
Aku terlalu sibuk dengan diri ku,
Tapi ayah,, aku begini bukan karena aku tak mencintai mu,,
Aku berjalan sejauh ini untuk sebuah mimpi,
Mimpi untuk membahagian mu dan ibu,,

Ayah..Setiap kali aku meninggalkan mu, hati ku remuk,,
Rasa ini terkoyak ketika rindu pada mu mengikis satu bagian hati ku
Dulu, saat aku masih sesosok gadis kecil di mata mu,,
Kau selalu ada untuk ku, memberi semua keinginan ku,,
Meski kadang kau terlihat acuh,
Tapi kau lah yang selalu diam diam menyelimuti ku saat aku tertidur di ruang tamu,
Kau yang selalu menenangkan ku, menghapus air mataku setiap kali aku menangis
Kau yang dengan sabar mengajari ku tentang hidup

Maaf kan aku ayah,
Jika hari ini, aku tak selalu ada untuk mu
Bagaimanapun, rasa cinta ku tak sedikitpun berkurang untuk mu
Meski hanya segenggam saja ku tuangkan cinta ini pada secangkir kopi buatmu,,
Suatu hari nanti, aku akan kembali, bukan hanya untuk membuat kan mu secangkir kopi,
Tapi aku akan kembali membawa mimpi ku untuk membahagiakan mu , dan ibu, tentunya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s